Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.

Adverse Food Reaction pada Kucing dan Anjing

Ditulis oleh: Drh. Herisman Hernadi, Resident of AiCVD

 

Apa itu Adverse Food Reaction?

Adverse Food Reaction merupakan reaksi atau dampak tidak baik pada tubuh yang disebabkan oleh memakan sesuatu, baik itu protein, pengawet, maupun bahan-bahan kimiawi lainnya. Adverse Food Reaction sering terjadi pada anjing dan kucing. Ada dua dampak yang ditimbulkan karena Adverse Food Reaction, di antaranya Food Intolerant dan Food Allergy.

Food Intolerant merupakan respon non-immunologic. Reaksi ini terjadi ketika hewan memakan sesuatu yang mengandung obat-obatan, zat beracun, dan bahan lainnya, dan langsung menimbulkan reaksi pada tubuh.

Food Allergy merupakan respon immunologic (melibatkan sistem imun) yang terjadi akibat memakan satu sumber protein secara terus menerus, tidak pernah dirotasi dalam waktu yang cukup lama, sehingga menimbulkan reaksi alergi. Protein yang umum menimbulkan alergi adalah protein yang berasal dari daging sapi, ayam, domba, susu, dan telur.

Bagaimana Gejala Klinisnya?

Gejala klinis yang timbul akibat Food Intolerant berupa muntah dan diare, sementara gejala klinis yang ditimbulkan oleh Food Allergy berupa kemerahan pada kulit, muncul rasa gatal, muntah, dan diare.

Food Intolerant tidak pernah menimbulkan masalah pada kulit seperti gatal-gatal. Food Allergy hanya berdampak pada hewan yang memiliki problem genetik (bawaan), sehingga bagi yang tidak memiliki faktor genetik tidak akan terkena Food Allergy. Sementara Food Intolerant bisa mengenai semua jenis hewan.

Apa yang Harus Dilakukan?

Ketika PetLovers sudah mengetahui penyebab dan gejala klinis pada peliharan yang terkena Food Intolerant, langkah berikutnya adalah memberikan obat anti muntah dan anti diare jika kita melihat langsung dampak tersebut, dan tentunya menghentikan pemberian makanan yang terlanjur sudah diberikan.

Ketika PetLovers melihat gejala gatal-gatal, kulit kemerahan, maka segera lakukan pertolongan pertama dengan memberikan obat anti gatal atau anti histamine untuk mengurangi rasa gatal dan mencari tahu sumber gatalnya.

Ketika kedua langkah tersebut di atas belum menunjukkan kondisi membaik, segera kunjungi dokter hewan terdekat untuk mendapatkan penanganan terbaik sehingga gejala dan penyebab yang ada dapat teratasi dengan baik.

Tindakan Apa yang Biasanya Dilakukan Dokter Hewan?

Tentunya ketika dokter menemukan gejala muntah dan diare dan sifatnya akut, dokter akan memberikan tindakan cepat untuk mengembalikan cairan dengan terapi infus agar metabolisme tubuh tetap berjalan. Selanjutnya dokter akan meminta PetLovers untuk menghentikan dan tidak memberikan makanan yang sudah diberikan sebelumnya dan memberikan makanan yang spesifik untuk gangguan pencernaan.

Ketika dokter mendapatkan keluhan gatal-gatal dan kulit kemerahan, dan diketahui karena memakan pet food yang sama dalam jangka waktu cukup lama, dokter akan memberikan berbagai tindakan pengobatan kepada pasien. Tindakan tersebut berupa pemberian obat-obatan anti gatal, suplemen kulit, imunomodulator, obat-obat topikal seperti sampo, spray dan lotion, dan makanan khusus untuk mengeliminasi protein dalam bentuk hydrolyzed protein atau novel protein.

Hydrolyzed protein merupakan jenis makanan untuk kasus food allergy yang menggunakan protein yang bobot molekulnya sudah dipecah-pecah menjadi lebih kecil sehingga tidak dianggap alergen oleh tubuh. Sementara novel protein merupakan protein tunggal yang tidak umum dikonsumsi oleh hewan peliharan pada umumnya, seperti domba, bebek, kangguru, rusa, biawak, dan lainya.

Kesimpulan

Dengan mengetahui pengertian, gejala, dan langkah-langkah untuk mengatasi problem Adverse Food Reaction ini sejak dini, dapat membuat kita semakin lebih peduli kepada hewan peliharaan terutama berkaitan dengan asupan nutrisinya, sehingga keinginan kita untuk membuat mereka menjadi lebih sehat akhirnya tercapai.